Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 25 Februari 2010

Cerita Si Arsen Sang Pembunuh


Siang ini aku duduk didepan rumahku di gang 4 blok VA nomor 33 di kampung kami sistem periodik unsur , aku berusaha mengingat kembali tentang semuanya, tentang tawaran manusia untuk melakukan hal yang menurutku itu sangat menjijikan untuk aku ulangi lagi, yaitu pekerjaan membunuh. Sudah lama aku jadi pembunuh bayaran, dan sebenarnya aku ingin berhenti dari pekerjaaan menjijikan ini, tapi lagi-lagi aku tak bisa. Manusia-manusia itu lebih mempercayaiku daripada teman-temanku seperti halnya sianida atau yang lainnya. Karena katanya pekerjaanku sangat rapi, dengan menyusup lewat makanan racunku menyerang sistem pencernaan manusia yang akan kubunuh sehingga dia mati seolah-olah seperti karena shok.

Sebenarnya aku sudah lelah dengan pekerjaan seperti ini, dan tak ingin mengulangnya lagi, sejak pembunuhan Napoleon Bonaparte aku sebenarnya telah berjanji untuk tidak membunuh lagi, tapi lagi-lagi korban jatuh di tanganku. Tahun 2004 saja aku membunuh seorang aktivis HAM Munir dari indonesia dan kini manusia itu datang lagi padaku menyuruhku membunuh seorang temannya hanya karena takut tersaingi dalam perebutan jabatan sebagai direktur sebuah perusahaan.

“Ahhh….ini benar-benar bisa membuatku gila, kenapa sih dikalangan manusia itu selalu saja ada yang serakah, kenapa mesti cemburu pada keadaan? bukankah tuhan itu tidak menempatkan kita pada tempat yang sama?.

Arsenik..” seseorang menyapaku perlahan.

Aku segera membalikkan badan, dan kulihat disana fosfor kakakku menghampiri. Dalam keluargaku aku sebenarnya unsur yang paling dekat dengannya daripada dengan kakaku yang satu lagi Nitrogen atau dengan adik-adikku Antimon atau Bismut. Sehingga dalam karakteristik secara kimiawi aku lebih mirip dia, dia suka memanggilku arsenik atau dengan bahasa yunani namaku Arsenikum.

“Ada apa kak?”

“Katanya mau bakti sosial pada manusia, kok malah melamun disini?”

“Iya kak, bentar lagi juga berangkat”

“Kulihat akhir-akhir ini kau sering melamun sen,ada masalah dengan pacarmu khlor? Dan kulihat kalian tidak sering berjalan bersama lagi. Malah sekarang kau lebih aktif membantu manusia, mencuci kerislah, membasmi hama dan tikuslah, pengawet kayulah, dan sekarang adikku ini mau bakti sosial apalagi?”

Aku tersenyum melihat matanya berbinar-binar, sejak dulu , sejak aku baru saja ditemukan oleh Albertus Magnus tahun 1250 dan dipertemukan dengannya di kampung SPU, mata itu tak pernah berubah, dia senantiasa berusaha jadi kakakku yang baik

“Eh di tanya malah senyum-senyum, atau jangan-jangan kau sedang jatuh cinta lagi sen?”

“Gak lah kak, aku dan khlor akhir-akhir ini cuma sedikit renggang aja, tapi kami baik-baik saja kok. Sekarang aku mau membantu manusia menyepuh perunggu, membuat bahan cat, keramik, elektronik, efek kembang api, zat warna atau pencelup, industry kulit, pengeras timah hitam, serta pembeningan kaca.

” Ckkk…ckkk…kau hebat sen, selain oksidamu ampoter ternyata kau juga banyak aktif membantu manusia, aku bangga padamu Sen, tapi sebelumnya kakak khawatir kau berjalan-jalan kekalangan manusia soalnya kakak takut ada yang menyuruhmu lagi untuk membunuh, bukan apa-apa sih, nyawa itu berharga Sen, apa kau masih ingat waktu dulu itu, waktu kau membunuh aktivis HAM yang bernama Munir itu, sampai-sampai heboh di buatnya, dan kampung kita juga di buat gegerkan. Bahkan kau juga yang sebelumnya dipercaya untuk pengobatan dalam bidang homeopati, gara-gara suka dijadikan racun pembunuh jadi tidak dipercaya lagi kan”

“Iya kak, aku kan berusaha untuk menolak jadi pembunuh bayaran lagi, ya udah aku berangkat dulu kak”

“Baiklah, hati-hati jangan sampai tubuhmu menyentuh makanan para manusia Sen!”

“Iya, aku tahu kak, tubuhku kan beracun, aku pasti hati-hati”

Begitulah kawan dengan kakakku fosfor, apa yang harus kukatakan padanya kalau saja dia tahu aku akan membunuh lagi, maafkan aku kak, aku tidak kuasa untuk menolaknya. Malam ini kemungkinan satu orang lagi akan jatuh di tangan racunku. Malam ini, aku akan menyusup lagi lewat makanannya untuk membunuhnya, maafkan aku kak, ijinkan aku satu kali saja melakukannya lagi. Sudah itu aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi, lagipula mungkin setelah ini, aku kan di larang berjalan-jalan dikalangan manusia lagi, mungkin kau sudah bosan mendengar janji-janjiku kak, karena tiap kali aku membunuh, aku selalu berjanji padamu untuk tidak mengulanginya lagi, tapi kali ini, setelah aku menyelesaikan semuanya, aku benar-benar berjanji padamu untuk tidak mengulanginya lagi.

Ahh…aku jadi bingung, harus membunuh apa enggak ya? Khlor kemana lagi? padahal pada saat gini seharusnya dia ada disampingku, apa masih mengurusi pacarnya sinatrium itu, aku heran, padahal dia kan playboy tapi masih saja mempertahankan hubungannya dengan sinatrium itu, apa sih kelebihan dia? Sampai-sampai khlor tidak rela untuk melepasnya. Hah…! kenapa aku tidak pergi saja pada oksigen, dia jugakan kekasihku (As3O2), tapi…bagaiman kalau nanti ketahuan sama khlor? Peduli amat dah, siapa tahu dari oksigen aku bisa tahu kabar hubungan khlor dengan natrium.

Sumber: http://www.chem-is-try.org

Ilmu Jaringan: Ketika Fisika dan Sosiologi Bertemu

HAL yang menarik dari ilmu jaringan adalah ia mempelajari hal-hal yang terjadi di seputar kita. Bagaimana krisis moneter
1997 dapat menyebar hampir ke seluruh Asia? Bagaimana gerakan mahasiswa 1998 berhasil menumbangkan
pemerintahan, tetapi gagal di waktu lain? Bagaimana perselisihan antardua orang dapat bereskalasi menjadi sebuah
konflik regional? Bagaimana penyakit menular menyebar menjadi epidemik? Bagaimana ide atau tren budaya menyebar?
MESKIPUN pertanyaan- pertanyaan di atas tampak berbeda-beda, sebenarnya itu semua adalah variasi dari satu
pertanyaan: bagaimana perilaku individu berkumpul (aggregate) menjadi perilaku kolektif? Masalah ini kita sebut sebagai
masalah agregasi yang merupakan salah satu masalah paling besar dan mendasar dalam seluruh ilmu. Sebagai contoh,
otak manusia bisa dikatakan hanya sebagai kumpulan miliaran sel saraf yang saling terhubungkan membentuk jaringan
elektrokimia. Tapi bagi kita yang memilikinya tentu otak lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran, ingatan, kepribadian
yang tidak bisa dijelaskan jika kita menganggap otak hanya sebagai kumpulan sel saraf.

Selama lebih dari 300 tahun ilmu modern telah berhasil menjelaskan banyak fenomena alam dengan cara mereduksinya
menjadi bagian-bagian terkecil yang dianggap fundamental. Di sini diasumsikan jika kita mengerti komponen paling
dasar dari sistem, maka secara prinsip kita dapat mengerti perilaku sistem. Cara berpikir seperti ini dapat ditemukan di
banyak cabang ilmu terutama fisika. Ini bukanlah cara berpikir yang tepat untuk mengatasi banyak masalah modern.
Pemenang Nobel Fisika Philip Anderson pada tahun 1971 menulis sebuah artikel penting berjudul More is Different di
jurnal Science. Di artikel tersebut, Anderson menjelaskan bahwa fisika telah sukses mengklasifikasi partikel fundamental
dan interaksinya untuk satu atom. Tetapi, coba kumpulkan atom dalam jumlah besar, maka ceritanya menjadi lain sama
sekali. Oleh karena itu, kimia adalah ilmu tersendiri, bukan bagian dari fisika. Selanjutnya biologi tidak bisa direduksi
menjadi kimia, begitu pula ilmu kedokteran bukan sekadar bagian biologi. Di skala yang lebih besar lagi kita temukan ilmu
ekonomi dan sosiologi yang tidak dapat dijelaskan hanya dari pengetahuan psikologis, biologis, apalagi fisika.
Sampai akhir abad lalu, banyak ilmuwan kurang memperhatikan masalah agregasi ini kecuali para sosiolog. Hampir
seluruh masalah di sosiologi adalah masalah agregasi: bagaimana aktivitas sekolompok individu dapat menimbulkan
efek sosial yang diamati. Inilah yang membuat sosiologi sangat sulit.

Sistem sosial adalah sistem kompleks yang terdiri dari individu-individu yang tingkah lakunya sering membingungkan dan
tidak bisa diprediksi. Tetapi jika individu berkumpul dalam jumlah cukup banyak kadang kita dapat mengerti sifat dasar
kelompok tanpa harus mengetahui perilaku detail anggota kelompok. Di sinilah uniknya penelitian mengenai sistem
kompleks. Di satu sisi, meskipun kita tahu pasti perilaku individu ini tidak menjamin kita dapat mengetahui perilaku
kolektifnya. Sebaliknya, terkadang kita dapat mengerti perilaku kolektif tanpa perlu mengetahui secara pasti karakteristik
dan sifat anggota kelompoknya.

Cerita berikut bisa memberikan ilustrasi. Beberapa tahun yang lalu para insinyur listrik di Inggris bingung karena adanya
lonjakan pemakaian listrik tiba-tiba secara bersamaan di seluruh Inggris. Meskipun lonjakan ini hanya berlangsung
beberapa menit saja, tetapi cukup membahayakan jaringan listrik di Inggris karena terjadi secara simultan. Akhirnya
mereka dapat mengetahui bahwa lonjakan tiba-tiba tersebut terjadi paling parah ketika sedang berlangsung pertandingan
final sepak bola liga Inggris, di mana seluruh penduduk Inggris menontonnya di televisi masing-masing. Saat istirahat
pergantian babak, secara serentak mereka menyalakan kompor untuk memasak teh. Secara individu orang Inggris
sangatlah kompleks seperti halnya setiap manusia di dunia. Tapi, kita tak perlu mengetahui banyak tentang mereka untuk
memprediksi lonjakan pemakaian listrik jika kita tahu bahwa orang Inggris menyukai sepak bola dan teh. Untuk kasus ini
individu dapat direpresentasikan secara sederhana.

Jika individu dapat direpresentasikan secara sederhana, lalu dari mana munculnya kompleksitas? Kompleksitas muncul
dari interaksi antarindividu. Sebagai contoh adalah gen manusia. Sekarang ahli biologi telah mengetahui seluruh gen
manusia. Tapi, ini bukan berarti kita dapat menjelaskan kompleksitas manusia. Karena mengetahui susunan gen bukan
berarti mengerti fungsi gen-gen tersebut. Fungsi gen hanya dapat diketahui jika kita mengerti interaksi antargen yang
terjadi. Pola interaksi inilah yang bisa menimbulkan kompleksitas yang hampir tak terhingga.
Sekarang kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk memahami dinamika kolektif, pengetahuan tentang interaksi
antarindividu sangat penting. Kumpulan individu yang sama dapat menimbulkan efek yang berbeda jika interaksinya
berbeda. Pertengkaran antara dua orang yang berbeda agama dapat membuat konflik religius tapi juga dapat berhenti di
dua orang itu saja. Sebuah bank yang bangkrut dapat merusak sistem perbankan nasional tapi dapat pula tidak
berpengaruh apa-apa. Interaksi berperan penting dalam menentukan hasil. Pertanyaan selanjutnya adalah, pola interaksi
seperti apa yang mampu membuat perubahan besar sehingga kita harus perhatikan dan waspadai? Belum ada seorang
pun yang tahu pasti jawabannya. Tetapi para ilmuwan mulai menguak mencari jawaban menggunakan hasil penelitian
bertahun-tahun di dua bidang yang sepintas tidak berhubungan: Fisika dan Sosiologi. Dari sintesa kedua bidang inilah
muncul ilmu baru yang dinamakan ilmu jaringan (networks science).

Jaringan dan fenomena dunia kecil

Ketika berbicara mengenai jarak, biasanya yang dimaksud adalah jarak yang memisahkan tempat atau benda di ruang
fisik. Jauh atau dekatnya tergantung pada lokasi geografisnya. Mendefinisikan jarak dalam ruang fisik adalah hal yang
wajar karena memang jarak fisik paling mudah dimengerti. Di lain pihak, sosiolog telah lama mengemukakan konsep
jarak di luar ruang fisik, yaitu jarak di ruang sosial yang dinamakan jarak sosial. Jarak sosial memasukkan faktor pemisah
nonfisik, misalnya perbedaan pendidikan, penghasilan, kekayaan, pekerjaan, kebangsaan, atau agama. Dalam interaksi
sosial kadang faktor sosial tersebut lebih berperan daripada pemisahan secara geografis (fisik). Keluarga kaya yang
bertetangga dengan keluarga miskin, misalnya, meskipun secara fisik dekat, tetapi jarak sosialnya jauh.
Sekarang ini, ilmu sosial, fisika, matematika, dan ilmu komputer telah bergabung untuk meneliti sebuah ruang baru yang
sangat penting untuk mengerti berbagai fenomena dunia modern. Ruang itu adalah ruang jaringan (network space).
Memang, matematikawan telah sejak lama mempelajari teori graf yang berhubungan dengan jaringan. Tetapi selama ini
jaringan dalam teori graf diperlakukan hanya sebagai struktur statis. Dalam ilmu jaringan yang baru, selain struktur statis
juga dipelajari dinamika dalam jaringan.

Satu contoh menarik yang menggambarkan pentingnya ruang jaringan berasal dari pengalaman ketika kita bertemu
dengan orang yang tidak kita kenal. Setelah berkenalan dan berbincang-bincang beberapa saat, terkadang kita
menemukan bahwa kita dengan orang yang baru kita kenal tersebut ternyata sama-sama mengenal seorang teman yang
sama. Selanjutnya kita biasanya mengatakan, "...memang dunia ini kecil." Pengalaman ini membawa kita kepada apa
yang disebut sebagai fenomena dunia kecil (small world phenomenon).
Fenomena dunia kecil ini bukan hanya menarik sebagai suatu pengalaman anekdotal, tetapi juga menarik perhatian
ilmuwan untuk melakukan penelitian lebih serius. Eksperimen ilmiah pertama mengenai fenomena dunia kecil dilakukan
pada tahun 1967 oleh psikolog sosial Stanley Milgram di Harvard University. Milgram melakukan eksperimen yang inovatif
untuk meneliti jaringan sosial. Dalam eksperimen ini terdapat dua kelompok peserta yang dinamakan pengirim dan ’
target’. Pengirim diminta untuk menyampaikan pesan kepada target yang telah dipilih sebelumnya. Kelompok pengirim
diberi tahu biografi singkat mengenai target seperti nama, lokasi, dan pekerjaannya. Dengan bekal informasi ini, setiap
pengirim berusaha menyampaikan surat kepada target dengan satu syarat: surat hanya boleh dikirimkan ke orang yang
dikenal oleh si pengirim. Tentu jika pengirim mengenal target, maka ia dapat mengirimkan suratnya langsung kepada
target. Tetapi kemungkinan ini sangat kecil karena kelompok pengirim pertama dan target dipilih secara acak, maka
sangat besar kemungkinan pengirim pertama tidak mengenal target. Jadi kelompok pengirim juga terbagi dua, yaitu
kelompok pengirim pertama dan kelompok pengirim lainnya yang menerima pesan dari pengirim sebelumnya dalam
suatu rantai pesan. Kelompok pengirim pertama akan mengirimkan surat tersebut ke orang yang mereka kenal yang akan
membuat surat itu mendekati target. Orang yang menerima surat selanjutnya menerima instruksi yang sama sehingga
terbentuklah surat berantai menuju si target.

Dalam eksperimennya, Milgram memilih secara acak 300 orang peserta di Boston dan Omaha sebagai pengirim
pertama. Milgram juga memilih seorang target yang bekerja sebagai pialang saham di Boston. Lalu Milgram mengirim
surat kepada seluruh peserta dengan instruksi bahwa mereka harus mengirimkan surat-surat tersebut ke target yang
berada di Boston melalui orang-orang yang dikenal oleh mereka. Sehingga terbentuk surat berantai menuju target yang
berada di Boston. Surat berantai inilah yang menjadi alat untuk meneliti jaringan sosial masyarakat Amerika pada saat itu.
Yang diteliti adalah peran jaringan sosial dalam suatu proses pencarian satu orang individu, yaitu si target. Pertanyaannya
adalah, berapa tahap yang dibutuhkan supaya surat-surat tersebut sampai ke target?
Milgram memperoleh hasil yang mengejutkan, 60 surat sampai ke target dan panjang rata-rata dari pesan berantai adalah
enam. Secara fisik jarak Omaha dan Boston cukup jauh, yaitu sekitar 2.000 kilometer. Jarak sosial antara 300 responden
dengan target pun tidak dekat karena mereka dipilih secara acak. Meskipun secara geografis dan sosial mereka jauh
terpisahkan, ternyata mereka dalam ruang jaringan memiliki jarak jaringan yang pendek. Milgram menarik kesimpulan
bahwa orang-orang yang menurut persepsi kita terpisah dengan jarak fisik dan jarak sosial yang jauh ternyata memiliki
jarak jaringan yang pendek seperti teman dekat kita.

Eksperimen Milgram menunjukkan bahwa selain ruang geografis dan sosial, ruang jaringan penting untuk diperhatikan.
Dalam jaringan sosial, individu- individu dapat dipikirkan sebagai titik- titik yang dihubungkan satu sama lain membentuk
suatu jaringan sosial besar. Hubungan antara titik-titik di jaringan tersebut merepresentasikan hubungan sosial, ekonomi,
dan organisasi antarindividu.

Hasil Milgram bahwa rata-rata dibutuhkan enam langkah untuk menghubungkan siapa saja menjadi kultur pop di Amerika
Serikat. Hal ini terjadi setelah pada tahun 1990-an John Guare membuat pertunjukan teater Broadway dengan judul Six
Degrees of Separation. Selanjutnya Hollywood pun tak mau ketinggalan membuat film dengan judul yang sama, Six
Degrees of Separation, yang dibintangi oleh Will Smith. Keduanya mempertunjukkan ide bagaimana setiap orang di dunia
hanya dipisahkan oleh enam orang perantara. Selain itu, konsep six degrees of separation juga menjadi inspirasi untuk
sebuah permainan di Internet mengenai jaringan artis film di seluruh dunia. Permainan ini tersedia di situs milik
Departemen Ilmu Komputer Universitas Virgina (http://oracleofbacon.org/oracle/star_links.html).
Ide permainan ini adalah menghitung jumlah tahapan yang diperlukan untuk menghubungkan dua artis film di dunia. Dua
artis terhubungkan jika pernah bermain bersama dalam satu film. Meskipun terdapat ratusan ribu artis film di seluruh
dunia, tetapi jarak jaringan antara mereka sangat dekat. Jika kita gunakan situs di Universitas Virginia untuk mencari jarak
antara, misalnya, bintang Indonesia Dian Sastro dan bintang Hollywood Jodie Foster, ternyata jaraknya hanya empat! Dian
Sastro bermain bersama Frans Tumbuan dalam Ada apa dengan Cinta?, Frans Tumbuan bermain dengan Martin Kove di
film Without Mercy, Martin Kove pernah bermain bersama Charles Napier di Extreme Honor, dan Charles Napier bermain
bersama Jodie Foster dalam film Silence of the Lambs. Jadi pada jaringan bintang film dunia, jarak jaringan antara Dian
Sastro dan Jodie Foster adalah empat, ini jarak yang sangat dekat jika dibanding dengan ratusan ribu bintang film yang
ada di jaringan tersebut.

Meskipun ide tentang fenomena dunia kecil menjadi populer, riset di bidang jaringan ini tidak banyak berkembang. Tidak
berkembangnya penelitian teori jaringan setelah Milgram disebabkan oleh tiga alasan. Pertama, sangat sulit untuk
melakukan eksperimen dunia kecil model Milgram dalam skala besar. Kedua, data mengenai jaringan sulit diperoleh.
Dan ketiga karena analisa jaringan kompleks hanya bisa dilakukan oleh komputer modern.
Hasil Milgram bukan berarti bahwa ruang geografis dan ruang sosial tidak penting. Ruang jaringan sosial justru dibentuk
berdasarkan ruang geografis dan ruang sosial. Kita lebih mungkin berkenalan dengan seseorang yang tinggal di sekitar
tempat tinggal kita, atau lebih mungkin mengenal seseorang dari kelompok sosial yang setaraf dengan kita. Tetapi orang
masih belum mengerti hubungan antara ruang fisik dan sosial dengan ruang jaringan.

Meskipun demikian, keadaan mulai berubah sejak lima tahun terakhir. Dimulai pada tahun 1998 ketika fisikawan Duncan
Watts dan matematikawan Steve Strogatz dari Cornell University membuat sebuah model matematis yang mampu
menjelaskan mengapa dan bagaimana fenomena dunia kecil dapat terjadi. Jaringan yang memiliki sifat dunia kecil di
mana anggota jaringannya dapat dihubungkan satu sama lain dalam langkah yang pendek dinamakan jaringan dunia
kecil (small world networks). Penelitian mereka yang diterbitkan di jurnal Nature memicu gelombang riset di bidang teori
jaringan. Para peneliti cepat menemukan bahwa fenomena dunia kecil tidak hanya ada di jaringan sosial, tetapi juga
terdapat di jaringan biologis, ekonomi, rekayasa, dan budaya. Jaringan dunia kecil di antaranya ditemukan di jaringan
listrik, jaringan saraf, jaringan reaksi biokimia, jaringan direktur perusahaan-perusahaan, jaringan kolaborasi ilmuwan
hingga jaringan bintang film.

Studi eksperimen dalam ilmu jaringan juga semakin berkembang, terutama pada zaman Internet ini. Di Columbia
University, New York, saya bersama seorang bekas fisikawan yang telah menjadi profesor sosiologi, Duncan Watts, dan
seorang matematikawan lulusan MIT yang tertarik meneliti masalah sosial, Peter Dodds, baru-baru ini menggunakan
Internet untuk sebuah eksperimen yang merupakan replikasi eksperimen Milgram. Eksperimen ini adalah eksperimen
pertama mengenai fenomena dunia kecil yang dilakukan dalam skala global. Kami berhasil menjaring lebih dari 60.000
peserta dari 167 negara di dunia untuk berpartisipasi dalam eksperimen dunia kecil (http://smallworld.columbia.edu).
Seperti dalam eksperimen Milgram, para peserta diminta untuk mengirimkan surat elektronik menuju 18 orang target di
seluruh dunia, termasuk di antaranya di Nikaragua, Siberia, Indonesia, dan India. Peserta diminta mengirimkan pesan
melalui situs kami sehingga kita dapat mengikuti perjalanan pesan-pesan tersebut. Eksperimen kami yang telah
diterbitkan di jurnal ilmiah Science edisi 8 Agustus 2003 menemukan bahwa panjang rata-rata rantai pesan untuk
mencapai target adalah antara lima dan tujuh. Rantai memiliki panjang rata-rata lima jika pengirim awal dan target berada
dalam satu negara, dan rata-rata tujuh jika pengirim awal dan target berada di lain negara.

Pencarian di jaringan

Aplikasi menarik dari eksperimen sosial mengenai dunia kecil ini justru ada di ilmu komputer. Kita perhatikan terdapat dua
hal penting yang saling berkaitan dalam fenomena dunia kecil ini. Pertama adalah masalah struktur jaringan, yaitu apakah
ada jalur singkat yang dapat menghubungkan seluruh orang di dunia dalam tahapan yang pendek? Kedua adalah proses
pencarian sosial yang terjadi dalam struktur jaringan, yaitu jika jalur singkat itu ada, apakah individu dapat
menemukannya, dan jika dapat, bagaimana? Eksperimen dunia kecil menunjukkan bahwa jalur singkat memang ada dan
orang dapat menemukannya! Artinya, meskipun jaringan sosial global sangatlah kompleks, individu dengan informasi
terbatas secara kolektif mampu melakukan proses pencarian sosial dan berhasil.

Berhasilnya orang melakukan proses pencarian di jaringan sosial global adalah luar biasa. Kita bandingkan proses
pencarian dalam jaringan komputer. Proses pencarian dalam jaringan komputer membutuhkan database terpusat.
Misalnya mesin pencari di Internet seperti Google atau Yahoo memiliki pusat data sehingga memudahkan kita untuk
memperoleh informasi di jaringan Internet secara cepat. Tetapi database terpusat ini memiliki kapasitas terbatas,
semakin banyak data, maka semakin sulit dan mahal untuk memeliharanya. Sedangkan dalam jaringan sosial tidak
tersedia database terpusat yang memuat informasi lengkap seluruh orang di dunia. Meskipun demikian, eksperimen
membuktikan orang tetap mampu melakukan proses pencarian sosial. Di sini kita menemukan satu hal yang mampu
dilakukan manusia tapi tak mampu dilakukan komputer. Proses pencarian sosial ini sebetulnya sudah sering kita lakukan.
Misalnya ketika mencari koneksi untuk mendapatkan pekerjaan, atau ketika kita melakukan networking dalam pesta atau
kumpul-kumpul bersama teman. Kita melakukan navigasi dalam jaringan sosial untuk menemukan orang yang kita
perlukan. Jika kita bisa mempelajari bagaimana individu melakukan pencarian sosial tanpa database terpusat, maka
suatu saat kita bisa terapkan pengetahuan itu ke jaringan komputer untuk mendapat algoritma proses pencarian yang
lebih efisien.

Jaringan dan dinamika kolektif

Implikasi dari riset teori jaringan sangat luas. Meskipun demikian, seperti halnya segala sesuatu yang baru lahir, ilmu
jaringan diimpit berbagai keterbatasan tetapi memiliki potensi yang luas. Ilmu jaringan masih merupakan ilmu dasar yang
membantu kita mengerti masalah. Mengerti permasalahan adalah langkah krusial pertama sebelum pemecahan
masalah. Seperti halnya sebelum para insinyur membuat pesawat terbang, sebelumnya fisikawan harus mengerti prinsip-
prinsip mekanika.

Untuk melihat pentingnya peranan jaringan dalam penyebaran ide, mari kita lihat contoh kasus suksesnya buku Harry
Potter yang terjual lebih dari 200 juta kopi di lebih dari 200 negara dan telah diterjemahkan ke dalam 55 bahasa.
Penjelasan untuk sukses yang fenomenal ini biasanya difokuskan kepada buku Harry Potter yang memiliki kualitas luar
biasa dengan cerita sangat menarik sehingga disukai banyak orang. Mungkin ini memang benar. Tetapi, kadang kita lupa
buku Harry Potter ditolak berkali-kali oleh penerbit besar sebelum diterbitkan penerbit Bloomsbury yang saat itu hanya
sebuah penerbit kecil. Jika memang kualitas bukunya eksepsional, mengapa tidak terlihat oleh para pakar buku di
penerbit besar? Jika ini memang yang terjadi, kemungkinan besar banyak buku berkualitas lain yang tak pernah sampai
ke toko buku dan banyak buku berkualitas biasa-biasa saja sukses di pasaran. Artinya, ada kasus di mana sukses atau
tidaknya penyebaran suatu ide tidak hanya ditentukan oleh kualitas ide tersebut. Jaringan di mana informasi mengenai ide
tersebut mengalir berperan penting. Harry Potter pertama kali diterbitkan tanpa bantuan marketing yang luar biasa. Ia
pertama kali terbit seperti halnya buku anak-anak biasa. Berkat penyebaran informasi dari mulut ke mulut menggunakan
jaringan sosial, akhirnya orang mengetahui dan tertarik untuk membeli buku itu.

Proses penularan sosial (social contagion) dapat dicontohkan pula oleh merebaknya tren di kalangan remaja. Di kalangan
remaja Amerika menyebar tren untuk memasang anting-anting di bagian tubuh selain telinga. Seorang remaja yang
diwawancara mengatakan, ia melakukannya bukan karena ingin membuat orangtuanya marah atau mengikuti teman-
temannya, tapi hanya karena dia merasa "ingin melakukannya". Pertanyaan selanjutnya, mengapa dia ingin
melakukannya? Tak pelak dia akan menjawab bahwa itu adalah keputusan pribadinya yang independen sebagai ekspresi
kebebasan. Kebebasan dan independensi adalah mantra utama kaum remaja Amerika. Tetapi, jika diperhatikan, pola tren
memasang anting-anting ini bukan fenomena independen. Kita dapat melihat proses penularan sosial dari satu daerah
ke daerah lain dalam kalangan sosial tertentu. Ada pola teratur dalam penyebaran tren ini meskipun para pelakunya
mengklaim mereka melakukannya secara independen tidak dipengaruhi orang lain. Dalam proses penularan sosial,
secara sadar atau tidak, keputusan yang diambil individu dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan tindakan yang diambil
menjalarkan dan memperkuat efek yang ada secara kolektif. Ini adalah contoh proses pengambilan keputusan sosial
(social decision making) dalam munculnya tren. Karena informasi mengalir dalam jaringan sosial, maka dalam proses
pengambilan keputusan sosial, struktur jaringan penting dalam menentukan seberapa jauh tren yang muncul tersebar.
Komputer Dalam mencari pekerjaan atau menyelesaikan masalah besar secara rutin kita menggunakan koneksi sosial
yang kita miliki. Untuk membuat keputusan dalam memilih restoran, memilih film apa yang akan ditonton, atau memilih
model telepon genggam apa yang mau dibeli, kita sering memperhatikan nasihat atau tindakan teman-teman kita. Kita
mengambil manfaat dari jaringan sosial yang kita miliki. Di sisi lain jika misalnya komputer kita terinfeksi virus komputer,
komputer milik teman-teman kitalah yang paling berisiko tertular. Apakah kita berhadapan dengan individu dengan
masalah sehari-hari atau dengan perusahaan raksasa yang yang perlu mengatasi sebuah krisis, jaringan sosial
berperan penting.

Hal paling mendasar dari skenario dalam kehidupan sehari-hari di atas adalah pentingnya peran jaringan sosial di mana
informasi, pengaruh, dan sumber daya mengalir. Terkadang jaringan menguntungkan kita, dan di lain waktu melukai kita.
Menjadi bagian dari jaringan yang terkoneksi adalah sekaligus baik dan buruk. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita selalu
menjadi bagian dari jaringan. Dalam jaringan setiap keputusan yang diambil adalah keputusan kolektif. Setiap keputusan
kita dipengaruhi dan mempengaruhi tindakan orang lain, dan juga keputusan orang lain dipengaruhi dan mempengaruhi
tindakan kita.
Oleh karena itu, di era global yang terkoneksi ini, berpikir menggunakan pola pikir jaringan menjadi keharusan.


sumber: Kompas Cyber Media

CUMA NGUMUMIN

he he he kali ini aku kan buat suatu postingan baru deh, gak ribet ribet sih gua beri aja namanya edukasi biar namanya mudah diingat..
di sini kita akan belajar deh.. apa aja deh..
dukung ya ^^

PERANG DUNIA SEBUAH SEJARAH


anda pasti tahu perang dunia kan????
tapi tahukah anda sejarah perang dunia...
oke kalo masih tidak tahu ato ragu nih saya beri deh....
1. Perang Dunia 1

Perang Dunia I (disingkat PDI atau PD1; juga dinamakan Perang Dunia Pertama, Perang Besar, Perang Negara-Negara, dan Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari 1914 hingga 1918. [2] Lebih dari 40 juta orang tewas, termasuk sekitar 20 juta kematian militer dan sipil.[3][4][5]

Perang ini dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hongaria (sekarang Austria) dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.

Front Timur

Front Timur adalah Front dimana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin, akhirnya Russia menang

Korban jiwa

Sekutu: 5.497.600

Kekuatan As/Poros: 3.382.500

Warga sipil: 6.493.000

2. Perang Dunia 2

Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 2 September 1945. Meskipun demikian ada yang berpendapat bahwa perang sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menduduki Manchuria. Sampai saat ini, perang ini adalah perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen Japanese Instrument of Surrender di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.

Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Berikut ialah data pertempuran-pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.

Asia dan Pasifik

1937: Perang Sino-Jepang

Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sesudah pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi Cina pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.

Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada Mei 1940 mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di Cina sebagai "American Volunteer Group" (AVG), juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault. Selama periode tujuh bulan, kelompok Harimau Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma. Dengan adanya tindakan Amerika Serikat dan negara lainnya yang memotong ekspor ke Jepang, maka Jepang merencanakan serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 tanpa peringatan deklarasi perang; sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada Armada Pasifik Amerika. Hari berikutnya, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.

1940: Jajahan Perancis Vichy

Pada 1940, Jepang menduduki Indocina Perancis (kini Vietnam) sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy meskipun secara lokal terdapat kekuatan Pembebasan Perancis (Forces Françaises Libres/FFL), dan bergabung dengan kekuatan Poros Jerman dan Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan boikot minyak.

1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi Jepang di Asia Tenggara

Serangan udara terhadap USS West Virginia dan USS Tennessee di Pearl Harbor.

Pada 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.

Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.

1942: Invasi Hindia-Belanda

Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America (Amerika Serikat), British (Inggris), Dutch (Belanda), Australia) yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.

Sejak peristiwa ini, Sekutu akhirnya memindahkan basis pertahanannya ke Australia meskipun demikian Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda merasa ditinggalkan dalam pertempuran ini.

Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942 dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.

Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.

Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada Awalnya Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu posisi Panglima tertinggi angkatan perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten sehingga dilain waktu Belanda menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan. Namun setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal

Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.

Pendaratan AS di Pasifik, Agustus 1942-Agustus 1945

Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan Australia, banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.

Para pemimpin Sekutu telah setuju mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh, mulai dari Pulau Guadalcanal, melawan tentara Jepang yang getir dan bertahan kukuh. Pada 7 Agustus 1942 pulau tersebut diserang oleh Amerika Serikat. Pada akhir Agustus dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama. Di Guadalcanal, pertahanan Jepang runtuh pada Februari 1943.

1943–45: Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik

Pasukan Australia and AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang diduduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah. Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.

Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.

Tentara Nasionalis Cina (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis Cina dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap Cina, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.

Pasukan Jepang telah merebut sebagian dari Burma, memutuskan Jalan Burma yang digunakan oleh Sekutu untuk memasok Tentara Nasionalis Cina. Hal ini menyebabkan Sekutu harus menyusun suatu logistik udara berkelanjutan yang besar, yang lebih dikenal sebagai "flying the Hump". Divisi-divisi Cina yang dipimpin dan dilatih oleh AS, satu divisi Inggris, dan beberapa ribu tentara AS, membersihkan Burma utara dari pasukan Jepang sehingga Jalan Ledo dapat dibangun untuk menggantikan Jalan Burma. Lebih ke selatan, induk dari tentara Jepang di kawasan perang ini berperang sampai terhenti di perbatasan Burma-India oleh Tentara ke-14 Inggris yang dikenal sebagai "Forgotten Army", yang dipimpin oleh Mayor Jendral Wingate yang kemudian melancarkan serangan balik dan berhasil dengan taktik gerilyanya yang terkenal dan bahkan dijadikan acuan bagi Tentara dan Pejuang Indonesia pada tahun 1945-1949. Setelah merebut kembali seluruh Burma, serangan direncanakan ke semenanjung Malaya ketika perang berakhir.

1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang

Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki, Jepang.
Surat penyerahan diri Jepang kepada Sekutu

Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 "Enola Gay" yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.

Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945,pesawat bomber jenis Boeing B-29 Superfortress "Bock's Car" yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.

Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, menandatangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.

Afrika dan Timur Tengah

1940: Mesir dan Somaliland

Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.

1941: Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk

Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.

[sunting] 1942: Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua

Crusader tank Britania melewati Panzer IV Jerman yang terbakar di tengah gurun

Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.

Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942 sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai "Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.

Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.

Pasukan Sekutu mendarat, dalam serangan bernama sandi Operasi Obor.

1942: Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis

Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia.

Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.

1943: Kalahnya Korps Afrika

Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libia. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentara Axis.

Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.

Eropa dan Rusia (Uni Soviet)

1939: Invasi Polandia, Invasi Finlandia

Salah satu foto bewarna Perang Dunia II yang selamat dari 40 juta foto hitam putih lainnya. Tampak di tengah-tengah Adolf Hitler.

Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman "Luftwaffe". Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.

Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri diantaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.

Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.

Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.

Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.

1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani, Balkan

Perang Dunia II di Eropa. Merah adalah Sekutu atau penguasaannya, Biru adalah Axis atau penguasaannya, dan Hijau adalah Uni Soviet sebelum bergabung dengan Sekutu tahun 1941.

Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.

Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan "Perang Pura-Pura" (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.

Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.

Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).

Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.

1941: Invasi Uni Soviet

1944: Serangan Balik

Pasukan Amerika Serikat melakukan invasi di Pantai Omaha.

1945: Runtuhnya Kerajaan Nazi Jerman

Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.

Akibat perang

Jumlah korban meninggal dalam Perang Dunia II. Indonesia merupakan negara dengan jumlah korban keempat terbanyak, yang hampir semuanya adalah dari rakyat sipil