sesuatu yang sangat ironis, aku lihat malam ini....
ceritanya begini...
malam itu aku pergi ke warnet dekat kos ku... yah santai sejenak...
apalagi di saku ada uang berlebih...
akhirnya dengan niat yang kuat dan hati yang mantapz aku pun menuju warnet...
sebut saja warnet nya dengan warnet Z...
sampai di warnet tentulah aku browsing browsing gitu...( masa' buka durian di warnet^^)
warnetnya lumayan sepi gak rame rame banget palingan hanya ada 4 ampe 5 kursi yang berisi...
yah... lumayan lancar lah perjalanan ku ke dunia maya...
Namun... ada satu pemandangan tak biasa ku lihat di warnet Z...
Beberapa gerombolan bocah sedang main internet juga...
wuih gila pikirku...
malam malam ini, padahal jam sudah lewat jam 9 malam..
namun gerombolan bocah ini happy happy aja tuh ngelihatin layar komputernya...
Apa mereka gak sekolah bsok pagi...
Lalu kulihat apa yang mereka buka.....
ya ampun... mereka asyik asyik main game online...
Mungkin bagi kebanyakan orang ini udah biasa banget...
namun bagi ku...
ini sebuah ironi...
bertapa tidak generasi bangsa ini memang sudah rusak...
bocah bocah yang di harapkan sebagai masa depan bangsa ini lebih menyukai permainan game online sampe larut malam daripada belajar untuk sekolah besok....
apakah tidak ada bimbingan dari orang tua mereka..
apakah ini arena lingkungan sekitar mereka yang tak memberikan teladan yang baik????
Bukan... bukan bearti aku melarang hal hal seperti ini...
namun kalo arus global telah menyeret bocah bocah untuk menyenangi kehidupan dunia yang fana ini... tanpa ada bimbingan dan teladan yang baik..
Aku benar benar merasa sangat ironis sekali....
Padahal di sisi belahan bumi lain..
banyak bocah tak makan dan harus mengais makanan dari tempat sampah...
IRONIS...
seharusnya... kita bisa menjaga generasi kecil kita ini...
padahal tidak ada yang kurang dari negara ini..
kita tak dilanda kelaparan..
kita tak dilanda peperangan..
kita pun negara yang cukup sejahtera...
Namun ironis kalo negara kita cuma punya generasi yang cuma bisa main game online....
Rabu, 24 Februari 2010
Yang, kamu tahu nggak kenapa mentari pagi setia terbit di ufuk timur?
Nggak tahu
Hmm..karena matahari selalu kangen dengan senyum manismu
Idih…bisa aja
Yang, kamu tahu nggak kenapa aku bisa lapar?
No idea
Rindu dengan masakan spesialmu
Yang, kamu tahu nggak aku benci sama kamu
Tahu dong, aku kan ngerayu kamu supaya dapat makanan gratis
Kita putus!!!
Serius?!
Kamu pikir aku takut
Ntar malam jangan ada yang nelefon aku ya
Kira-kira kalo aku ngerayu anak orang, mau nggak ya dia masakkan aku makanan kesukaanku? Jangan-jangan malah kena damprat. Bener-bener rindu masakan rumah
Cara mudah mengetahu nilai heksa suatu warna
Ketika kita sedang mengedit tampilan warna di blog /site terkadang warna yang kita inginkan tidak ada pada pilihan atau tidak tersedia pada editornya.
Tetapi jangan khawatir, kita masih bisa memasukkan warna yang kita inginkan melalui kode heksanya.Ketika kita sedang mengedit tampilan warna di blog /site terkadang warna yang kita inginkan tidak ada pada pilihan atau tidak tersedia pada editornya.
Tetapi jangan khawatir, kita masih bisa memasukkan warna yang kita inginkan melalui kode heksanya.
DEBAT KUSIR
Berawal dari sebuah omongan ngalor ngidul dengan teman, akhirnya malah menjadi diskusi yang menarik...
Padahal yang di bahas ya hanya sebuah masalah yang sangat sepele, membandingkan kehidupan mahasiswa fakultas teknik dan fakultas satra Universitas Andalas...
Di sini terjadi adu argumentasi ( yah kalo gak mau di bilang debat kusir...he he he).
Namun pada intinya, apakah esesensi seorang mahasiswa....
Saya sendiri sebagai mahasiswa tak banyak tahu esensi seorang mahasiswa ini...( itu jujur Lho...)
BAik anda boleh Pilihan di bawah ini...
1. Apakah mahasiswa itu agent of change
2. Apakah mahasiswa itu generasi masa depan anda
3. Apakah mahasiswa seorang dewasa yang telah tahu baik dan buruk, bukan seorang bocah lagi...
4. Apakah mahasiswa itu seorang panutan bagi adik adiknya atao yang mau luas panutan semua orang karena pada dasarnya mahasiswa itu sorang tokoh intelektual
5. Apakah mahasiswa itu penjaga negaranya yang akan membawa negaranya ke ara yang lebih baik
6. Apakah mahasiswa seseorang yang hanya datang ke kampus belajar lalu pulang dan terus begitu...
7. Apakah mahasiswi itu ( ini khusus yang cewek lho) datang ke kuliah dengan pakaian yang kadang kadang orang lain merasa tak pantas mahasiswi itu memakainya
8. Apakah mahasiswa itu orang yang datang hanya datang ke kampus untuk pergi pacaran berdua duaan di tempat sepi tanpa perduli dengan lingkungan sekitarnya....
9. Apakah mahasisa itu hanya orang yang datang ke kampus untuk menghabiskan harta orang tuanya, dan berlagak lagak seolah dia lah yang paling kaya, tanpan dan cantik
10 apakah mahasiswa itu seseorang yang bisa dengan mudah melecehkan orang lain, baik teman, adiknya ato malah melecehkan orang yang lebih besar dari dirinya...
Dan itu lah hasil debat kusir kami berdua....
Padahal yang di bahas ya hanya sebuah masalah yang sangat sepele, membandingkan kehidupan mahasiswa fakultas teknik dan fakultas satra Universitas Andalas...
Di sini terjadi adu argumentasi ( yah kalo gak mau di bilang debat kusir...he he he).
Namun pada intinya, apakah esesensi seorang mahasiswa....
Saya sendiri sebagai mahasiswa tak banyak tahu esensi seorang mahasiswa ini...( itu jujur Lho...)
BAik anda boleh Pilihan di bawah ini...
1. Apakah mahasiswa itu agent of change
2. Apakah mahasiswa itu generasi masa depan anda
3. Apakah mahasiswa seorang dewasa yang telah tahu baik dan buruk, bukan seorang bocah lagi...
4. Apakah mahasiswa itu seorang panutan bagi adik adiknya atao yang mau luas panutan semua orang karena pada dasarnya mahasiswa itu sorang tokoh intelektual
5. Apakah mahasiswa itu penjaga negaranya yang akan membawa negaranya ke ara yang lebih baik
6. Apakah mahasiswa seseorang yang hanya datang ke kampus belajar lalu pulang dan terus begitu...
7. Apakah mahasiswi itu ( ini khusus yang cewek lho) datang ke kuliah dengan pakaian yang kadang kadang orang lain merasa tak pantas mahasiswi itu memakainya
8. Apakah mahasiswa itu orang yang datang hanya datang ke kampus untuk pergi pacaran berdua duaan di tempat sepi tanpa perduli dengan lingkungan sekitarnya....
9. Apakah mahasisa itu hanya orang yang datang ke kampus untuk menghabiskan harta orang tuanya, dan berlagak lagak seolah dia lah yang paling kaya, tanpan dan cantik
10 apakah mahasiswa itu seseorang yang bisa dengan mudah melecehkan orang lain, baik teman, adiknya ato malah melecehkan orang yang lebih besar dari dirinya...
Dan itu lah hasil debat kusir kami berdua....
SEBUAH CERITA
Bagi pembaca sekalian.....
Saya akan menceritakn sebuah kisah...
ini sebuah kisah nyata....
Ada seorang cowok, yah sekarang umurnya sekarang udah hampir 23 tahun deh. Anak ini lumayan pandai, dan kata sebagian orang, anak ini punya otak yang cukup cemerlang ( lalu apa bedanya....).
Masa kecil anak ini pun bisa di katakan sangat bahagia, kedua orang tuanya sangat mencitainya. Semua yang diminta itu anak pasti akan selalu di kabulkan oleh orang tuanya....
Ya... masa kecil anak itu sangat bahagia..., dengan prestasi akademik saat sekolah bisa dikatakan hampir cemerlang.... sehingga pada akhirnya membuat kepribadian anak itu manja.... yah walaupun tak mau dibilang sangat manja....
Saat kecilnya.... dia selalu bertengkar dengan semua orang, apkah itu adiknya, kakaknya ato dengan orang lain...
anak itu menjadi anak yang sangat keras kepala, sehingga orang tuanya hanya berharap semoga anak ini bisa berubah suatu saat.
Masa berganti masa, anak ini akhirnya menyelesaikan SMA nya di SMA paling terkenal di daerahnya kala itu. Dan dengan prestasi akdemik yang tinggi akhirnya anak itu diterima di sebuah jurusan favorit di perguruan tinggi paling terkenal di sumatra...
Masa masa awal kuliah anak ini sangat baik sekali. Namun, disinilah ego individunya bertabrakan dengan kepentingan banyak orang... sehingga pada akhirnya anak ini harus memainkan sebuah sandiwara yang sangat sempurna sekali sehingga semua orang akan merasa anak ini adalah orang yang sangat baik, jujur dan sangat menyenangkan...
Namun tahukah anda, dalam hatinya sendiri, anak ini sangatlah berbeda.....
Seperti seseorang yang berhati seputih salju dengan seseorang yang berhati sekelam pekatnya malam....
Saya akan menceritakn sebuah kisah...
ini sebuah kisah nyata....
Ada seorang cowok, yah sekarang umurnya sekarang udah hampir 23 tahun deh. Anak ini lumayan pandai, dan kata sebagian orang, anak ini punya otak yang cukup cemerlang ( lalu apa bedanya....).
Masa kecil anak ini pun bisa di katakan sangat bahagia, kedua orang tuanya sangat mencitainya. Semua yang diminta itu anak pasti akan selalu di kabulkan oleh orang tuanya....
Ya... masa kecil anak itu sangat bahagia..., dengan prestasi akademik saat sekolah bisa dikatakan hampir cemerlang.... sehingga pada akhirnya membuat kepribadian anak itu manja.... yah walaupun tak mau dibilang sangat manja....
Saat kecilnya.... dia selalu bertengkar dengan semua orang, apkah itu adiknya, kakaknya ato dengan orang lain...
anak itu menjadi anak yang sangat keras kepala, sehingga orang tuanya hanya berharap semoga anak ini bisa berubah suatu saat.
Masa berganti masa, anak ini akhirnya menyelesaikan SMA nya di SMA paling terkenal di daerahnya kala itu. Dan dengan prestasi akdemik yang tinggi akhirnya anak itu diterima di sebuah jurusan favorit di perguruan tinggi paling terkenal di sumatra...
Masa masa awal kuliah anak ini sangat baik sekali. Namun, disinilah ego individunya bertabrakan dengan kepentingan banyak orang... sehingga pada akhirnya anak ini harus memainkan sebuah sandiwara yang sangat sempurna sekali sehingga semua orang akan merasa anak ini adalah orang yang sangat baik, jujur dan sangat menyenangkan...
Namun tahukah anda, dalam hatinya sendiri, anak ini sangatlah berbeda.....
Seperti seseorang yang berhati seputih salju dengan seseorang yang berhati sekelam pekatnya malam....
Langganan:
Postingan (Atom)